Jakarta tempo dulu " ratu dari timur"


Jakarta tempo dulu "Ratu dari timur "

Pernah membayangkan kota venezia di italia?
Dengan air yang jernih dan sistem kanal-kanal yang dapat dilalui kapal berukuran kecil serta bangunan bergaya eropa di sebelahnya yang membuat siapa saja yang berkunjung memberikan pujian.

Ya, setidaknya Jakarta tempo dulu pernah mirip seperti itu. Kota dengan sistem kanalnya yang indah, barisan pohon-pohon kelapa dan bangunan bergaya Eropa di sebelah kanan dan kiri Sungai.Berbagai macam pujian lahir pada kota Jakarta tempo dulu sehingga disebut Ratu dari Timur. 

Seperti halnya di negeri belanda. Sistem tata kota di Batavia/jakarta tempo dulu terdapat kanal-kanal yang indah, kanal tersebut terhubung dengan Kali besar/ciliwung. Lengkap dengan benteng yang berada di Timur laut dari pusat kota dan bangunan bergaya Eropa seperti balai kota atau standhuis.

Adalah gubernur Jenderal ke 4 dan ke 6, J.P Coen yang membangun Batavia sejak awal. Ia juga di sebut penakluk Ciliwung karena dapat memperbaiki dan memperindah bentuk Kali besar. Kali besar yang awalnya berkelak-kelok dapat diluruskan. Selain itu ia juga membangun kanal-kanal tersebut yang terhubung dengan kali besar sebagai pusatnya. Hal itu telah menjadi keahlian tersendiri bagi masyarakat di negeri kincir Angin sejak abad ke 16.

Diantara kanal yang terbaik adalah kanal Harimau, jejeran pohon kelapa dipinggir kanal, bangunan bergaya eropa menambah "kesan" keindahan dari kanal tersebut. 

Seorang penyair, de Parra melantunkam Syairnya tentang keindahan kota batavia/jakarta sebagai kota terindah. Dalam syair-syairnya tersebut disebutkan tentang keindahan kanal Harimau. 

Fungsi dari kanal tersebut selain memiliki fungsi Ekonomi, yaitu untuk mengangkut barang-barang dari laut juga memiliki fungsi Estetika. Orang-orang belanda pada zaman itu telah terbiasa membuat kota-kota di negeri seperti itu.

Selain memiliki fungsi Estetika, Fungsi lainnya adalah untuk mencegah banjir. Aliran yang tadinya memusat di sungai Ciliwung sengaja dibuat menyebar agar tidak terjadi banjir.