Showing posts with label SOLAR CELL.. Show all posts
Showing posts with label SOLAR CELL.. Show all posts
Pemanfaatan Energi Matahari sebagai Energi masa depan.
Pemanfaatan Energi Matahari sebagai Energi masa depan.
Energi sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia di era modern ini, saat ini kehidupan manusia sangat bergantung dari energi fossil. Ada dua isu yang terkait dengan energi fossil :
1. Krisis energy, ketakutan akan sumber daya energy fossil yang setiap harinya terus berkurang, karena energy fossil ini diyakini sebagai energy yang tidak terbarukan.
Dalam proses perubahan dari energy fossil menjadi energy listrik atau energy gerak, selalu melibatkan CO2.
2. CO2 yang terbentuk menghasilkan polusi dan dampak lebih jaunya adalah pemanasan global.
Berdasarkan data statistic, energy yang dibutuhkan di dunia jika dikonversikan ke dalam energy listrik adalah sebagai berikut :
- Pada tahun 2007 total energy yang dibutuhkan adalah 15 TW
- Estimasi tahun 2050 adalah sebesar 30 TW
- Estimasi tahun 2100 adalah sebesar 50 TW
Jika kita melihat ke data di atas, kita sangat membutuhkan energy alternative yang dapat terbarukan sehingga manusia tidak lagi bergantung kepada energy fossil, saat ini jenis dan hasil dari energy terbarukan adalah sebagai berikut :
1. Biomassa, dapat menghasilkan 5-7 TW
2. Hydroelectric, dapat menghasilkan 1.2 TW
3. Geothermal, dapat menghasilkan 1.9 TW
4. Tide / Ocean Current , dapat menghasilkan 0.7 TW
5. Wind, potensi energinya adalah 14 TW
6. Solar Energy, potensi energinya adalah 10000 TW ( 10^4 TW), bahkan jika dihitung jumlah paparan energy matahari di seluruh permukaan dunia, bisa mencapai 100000 TW ( 10^5 TW).
Jumlah flux yang dihasilkan dari energy matahari adalah sebesar 174 x 10^15 TW.
Jika kita melihat dari data di atas, potensi untuk pengembangan pemanfaatan energy matahari sangat besar sekali, saat ini ada tiga jenis pemanfaatan energy matahari :
1. Thermal, dalam jenis ini, energy matahari dimanfaatkan dengan lansung mengkonfersi sinar matahari menjadi energy thermal, energy thermal ini nanti bisa dimanfaatkan sebagai pemanasa air dan lainnya.
2. Electricity, dalam pemanfaatan ini, energy matahari langsung dirubah menjadi energy listrik, pemanfaatan ini lebih sering dikenal dengan solar cell, yaitu perubahan energy sinar matahari menjadi energy listik dengan bahan kimia yang sensitive terhadap sinar matahari yang dapat menghasilkan photoelectric.
3. Solar Fuel, solar fuel atau bahan bakar dari sinar matahari, adalah bahan bakar yang didapat dengan cara memproses secara kimia sinar matahari, contoh dari solar fuel ini adalah petrol/coal. Atau ada juga pemanfaatan energy matahri untuk memecahkan ikatan hydrogen di dalam air, sehingga dapat menhasilkan hydrogen yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Dalam segi efisiensi, dari ketiga category di atas ddidapatkan nilai efisiensi sebagai berikut :
1. Thermal, 85%
2. Electricity, 10-20%
3. Fuel, <10 %
Kita akan membahas lebih jauh tentang solar cell, atau perubahan energy matahari menjadi energy listrik. Dalam aplikasinya solar cell adalah energy listrik yang dihasilkan dari photovoltaics. Photovoltaic adalah sifat dari jenis bahan kimia tertentu yang jika permukaannya terkena sinar matahari dapat melepaskan electron. Di dalam solar cell terdiri atas beberapa layer ( lapisan ). Lapisan tersebut ada yang bersifat melepaskan electron ada yang bersifat melepaskan proton. Atau lebih sering disebut sebagai electron donor dan proton donor. Perbedaan potensial dari layer tersebut mengasilkan arus electron yang nantinya dimanfaatkan sebagai energy listrik.
Photo Electric Effect pertama kali ditemukan oleh Hertz pada tahun 1887, dan dikembangkan oleh Einstein di tahun 1921 dan mendapatkan nobel atas pengembanganya tersebut.Tercatat juga bahwa AE Becruel pernah juga melakukan penelitian tersebut di tahun 1839.
Dalam aplikasi solar cell, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan :
1. Permukaan yang luas, jumlah permukaan yang luas mempengaruhi jumlah dari energy surya yang dapat kita panen.
2. Material, material harus diperhatikan karena pemilihan material yang baik sangat mempengaruhi nilai efisiensi.
3. Manufacturing, dalam proses pembutan solar cell, tahap demi tahap dari manufacturing sangat mempengaruhi nilai efisiensi, jika dalam proses pembuatannya menggunakan energy yang cukup besar hal ini akan sangat tidak efisien.
4. Low Cost Payback time, diharapkan, pembuatan solar cell tidak menggunakan biaya yang tinggi.
5. Low Carbon Foot Printing, setiap material pasti ada proses sintesa nya, diharapkan dari mulai pembuatan material hingga perakitan, sangat diharapkan untuk dapat mengurangi jumlah CO2 yang dihasilkan.
6. Efisiensi.
7. Low Cost.
Berikut 7 tantangan dalam proses pembuatan solar cell, solar cell secara komersial yang ada sekarang menggunakan poly cristalin silicon, dimana dalam prosesnya membutuhkan energy yang tinggi dan belum efisien, tantangan untuk para ilmuan sekarang adalah menciptakan solar cell dari bahan organic sehingga dalam prosesnya tidak membutuhkan energy tinggi ( tidak membutuhkan pemanasan hingga 1000 Deg C ) dan juga menggunaan bahan yang ramah lingkungan.
HOW TO CREATE DIY SOLAR CELL
HOW TO
CREATE DIY SOLAR CELL
Heres the
equipment and all material that you might require to find :
2 Binder
clips (to hold the plates together), this binder clips will be use to hold the
two side glass, we are using the binder clips for easy to release or attach the
slide.
Acetone or
rubbing alcohol, you may use actone or Iso Propanol, or any other organic
solvent to remove any organic matter on glass.
Glass
Plates, you need conductive glass, you may bought or create your own conductive
glass using the following link :
Parafin
Candle, you may require a paraffin candle to make Carbon Side electrode, but
this part can be replaced with graphite.
Multi meter, you need multimeter, the tester
shall be able to measure the resistivity up to 30 Ohm, and also able to measure
voltage below than 1 V, preferable.
Cottong
Pads, this thing will be use as a wiper to remove any exceed solution of side
electrode.
Demin water
(de-mineralized water), please use low conductivity water.
Raspberry, blueberry or blackberry juice (has
to be made directly from the fruit! no processed juices!)
Iodide solution
Cooktop/hotplate
STEP :
A.
Preparation of titanium oxide side
1.
Clean up conductive side glass using acetone
2.
Dilute titanium oxide using water slowly, make
it slurry, titanium oxide will not fully solved into water.
3.
Pour titanium oxide slurry into conductive side
glass, tidy up the surface of slurry.
4.
Heat up the glass for a few hour until the
titanium oxide baked on glass side.
5.
Crush up some berry and gently put titanium
oxide glass into it.
6.
Let the titanium oxide soaked into 10 minute.
7.
Clean up the the titanium oxide glass with demin
water.
B.
Preparation of Carbon Side.
1.
Light up the paraffin candle.
2.
Gently heat up the conductive side, so you can
find carbon rest on the side glass.
3.
Repeat the step until you get all the side are
covered up with carbon.
C.
Assembling
the solar cell.
1.
Attach those two side of glass using paper clip.
2.
Pour a few drop of iodide solution.
3.
Solar Cell ready to be used.
Subscribe to:
Posts (Atom)