Memasuki periode showa tahun 1931, jepang memulai invasinya ke manchuria. Manchuria adalah sebuah wilayah yang terletak di utara cina.
Keinginan jepang untuk mengambil alih manchuria dimulai sejak lama. Bahkan ketika jepang dipimpin oleh perdana menteri ikoma shinobu zaman kaisar taisho, jepang mempunyai niat untuk mengambil alih manchuria. Tahun 1915 jepang mengajukan 21 tuntutan pada cina. Salah satu isi tuntutannya adalah jepang ingin mendapatkan wilayah manchuria, mongolia dalam, jazirah shandong.
Saat itu terjadi depresi ekonomi di seluruh dunia. Depresi ekonomi itu dimulai dari benua amerika dan eropa.
Dan menyebar ke seluruh dunia. Depresi ekonomi itu mengakibatkan dan menimbuljan efek bagi industri-industri di jepang.
Pada awalnya jepang banyak memperoduksi sutra dan melakukan ekspor ke negara-negara eropa dan Amerika. Jepang terikat hubungan ekonomi yang baik dengan negara-negara eropa-Amerika.
Ketika terjadi depresi ekonomi di seluruh dunia pada tahun 1930, banyak industri jepang yang bangkrut. Termasuk industri-industri sutra di jepang terpaksa gulung tikar karena negara-negara eropa menghentikan impor sutra terhadap jepang.
Tadinya negara-negara Eropa banyak mengimpor sutra dari jepang. Tetapi pasca terjadinya depresi ekonomi di seluruh dunia,negara-negara eropa Menghentikan impor sutra dari jepang dan menyebabkan puluhan industri jepang gulung tikar.
Terjadilah bencana ekonomi di jepang, ratusan ribu tenaga kerja kehilangan perkerjaan dan menyebabkan efek pengangguran di jepang.
Ketika itu terjadi, jepang berupaya untuk menaneksasi manchuria. Melalui insiden yang disebut "insiden mukden" jepang mengambil alih manchuria dan menjadikan kaisar pu yi sebagai kaisar boneka jepang.
Setelah mencaplok manchuria tahun 1931, jepang memindahkan tenaga kerjanya ke manchuria.
BBC memperkirakan jutaan tenaga kerja di alihkan ke manchuria. Mereka diperintahkan untuk membuka lahan-lahan di manchuriaBanyak dari tenaga kerja tersebut yang tidak memiliki keingiban untuk tinggal di manchuria karena mereka harus terpisah dari keluarga dan sanak saudara. Mereka lebih senang tinggal di jepang. Tetapi karena telah menjadi keinginan pemerintah, kebijakan tersebut dilakukan. Jepang memindahkan sebagian warga negaranya ke manchuria untuk tinggal di utara cina tersebut.
Invasi jepang ke manchuria membuat terjadinya kasus dalam tubuh liga bangsa-bangsa.
Sebelum PBB lahir, berdiri badan perdamaian internasional yang disebut Liga bangsa-bangsa. Kasus manchuria dibahas dalam sidang badan liga bangsa-bangsa tahun 1933.
Dalam sidang tahun 1933, negara-negara peserta liga bangsa-bangsa menyalahkan jepang dalam kasus diAmerika dan negara barat menyalahkan jepang atas kasus di manchuria.
Jepang dianggap sebagai agresor dan penjajah oleh negara-negara barat peserta sidang tersebut.
Sebaliknya jepang menyalahkan Pihak Amerika dan sekutunya mempunyai kepentingan di cina.
Sidang liga bangsa-bangsa berakhir dengan keluarya jepang dari liga keanggotaan liga bangsa-bangsa.
Jepang menyatakan tidak ingin ikut lagi badan tersebut dan membuat makin jauhnya hubungan jepang terhadap negara-negara Amerika eropa.