kaum farisi dalam masyarakat yahudi

Pharisi, farisi berasal dari bahasa ibrani yang artinya adalah terpisah. Mereka adalah satu dari beberapa golongan yahudi selain saduki, esseni.
Memang pada masa itu masing-masing golongan yahudi terpisah satu dengan yang lainnya. Serta masing-masing mengklaim kebenaran sebagai penyokong ajaran yahudi paling murni.

Kaum pharisi adalah golongan mayoritas, jumlah mereka terbanyak dalam bangsa yahudi. Diantara ketiga golongan tersebut, yakni kaum pharisi, esseni serta saduki, golongan pharisi menempati urutan teratas dalam hal jumlah. Jumlah kaum pharisi terbanyak.

Selain itu, kaum pharisi secara strata sosial pada masanya adalah golongan menengah karena kebanyakan Secara ekonomi adalah golongan menengah. Serta banyak dari mereka yang mendapat pengajaran secara formal dan dapat disebut sebagai golongan terpelajar.

Diantara ketiga golongan yahudi, kaum pharisi merupakan kaum yang paling menghormati hari sabat. Hari sabat adalah hati dimana orang yahudi beribadah. Pada masa itu, orang yahudi banyak beribadah, berdoa serta memohon ampun pada tuhan. Dan pada hari sabat banyak pantangan yang tidak boleh dilakukan seperti memasak makanan, mengendarai kuda, kereta kuda, dsb.

Pada hari sabat yang dimulai pada jum'at petang hingga sabtu petang juga disebutkan dalam kita  suci Al qur'an, bahkan selain kitab suci umat yahudi keberadaan hari sabat pun disebutkan dalam kitab suci umat muslim, yakni Al qur'an.

Diantara ketiga golongan tersebut, yakni golongan esseni, pharisi, saduki, yang paling menghormati peribadatan hari sabat adalah kaum pharisi.

 Dalam Al qur'an terdapat kisah-kisah mengenai orang-orang yahudi yang dikutuk oleh Allah, karena melanggar peribadatan hari sabat. Mereka dikutuk seperti kera, baik jiwa serta rupanya disetarakan seperti kera.

Pada hari sabat banyak dari kalangan yahudi pharisi berdoa, beribadah serta memohon ampun kepada tuhan.

Selain itu kaum pharisi juga lercaya pada tradisi-tradisi keagamaan yang disebutkan secara lisan atau tradisi lisan. Dimana tradisi lisan tersebut tidak disebutkan dalam kitab suci mereka, tetapi disebutkan secara lisan melalui turun temurun. Tidak seperti kaum saduki tadi yang kurang mempercayai tradisi lisan tersebut.

Kaum pharisi merupakan satu dari beberapa golongan yahudi yang muncul pada era dinasti hasmonean (dinasti makkabi)serta pada era penjajahan atas tanah kan'an atau dahulu yang disebut sebagai tanah galila judea. Yakni masa dimana ketika bangsa yahudi dijajah oleh bangsa romawi.